Laporan buat KKL Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Tahun 2013
CAH AYU SHOP [OLEH – OLEH KHAS
BALI]
A.
Sejarah
Berdirinya Cah Ayu Shop
Pulau
Bali yang sudah terkenal diseluruh penjuru dunia dengan budaya dan alamnya yang
indah lestari yang masih penuh dengan rangkaian upacara yang sangat
disakralkan, sehingga menjadi salah satu tujuan wisata dunia yang mendapat
kunjungan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Untuk memenuhi
kebutuhan cinderamata dan oleh-oleh yang mempunyai ciri-ciri khas Bali
diperlukan pusat oleh-oleh yang memenuhi syarat bukan hanya kelengkapan jenis
barangnya saja tapi juga mudah pencapainya dan punya fasilitas parkir yang
cukup luas dan nyaman untuk berbelanja.
Berbicara
mengenai oleh-oleh di pulau Bali akan sangat tepat apabila kita dapat
mengunjungi Pusat Oleh-Oleh Cah Ayu R27 yang berada di jalur pariwisata desa
Batu-Bulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, selain mudah mencapainya
juga mempunyai banyak pilihan barang dan akan dilayani dengan staf yang ramah.
Selain itu Pusat Oleh-Oleh Cah Ayu R27 adalah YANG PERTAMA DAN TERPERCAYA
karena sudah mendapat Certificate Halal dari MUI. (Majelis Ulama Indonesia).
Cah
Ayu R27 dirintis oleh Bapak Robani yang berasal dari keluarga yang sederhana
yang lahir dari desa kecil yang sejuk dan subur tanahnya di lereng gunung
Merbabu kabupaten Magelang. Dengan bekal tekad dan semangat serta doa restu
dari kedua orang tuanya. Diawal tahun 1990an, beliau meninggalkan kampung
halaman guna mencoba meraih impian di Pulau Bali. Adapun tujuan awal beliau
adalah ke Banyuwangi menemui saudaranya, namun karena luasnya kota Banyuwangi,
beliau tidak menemukan saudara yang dicarinya. Walhasil beliau memutuskan untuk
menyeberangi lautan menuju pulau Bali.
Di
Bali, pada awalnya Robani muda, mendapat pekerjaan sebagai seorang pembantu
Rumah Tangga dan pada malam harinya beraktivitas di Rumah Sakit di Denpasar
sebagai petugas Penjaga kamar mayat, bahkan memandikan mayatpun dijalaninya.
Dengan berjalannya waktu, Robani muda yang penuh semangat dan impian besarnya
mencoba berbagai pekerjaan dan usaha kecil lainnya mulai dari berjualan Sayur
mayur, Mie ayam, Bakso, Jamu, Lampu dan sebagainya dengan menggunakan gerobak
dorong dan sepeda onthel kesayangannya.
Pengalaman
pahit yang memacu pemberontakan semangat untuk berubah adalah pada saat menjual
kacang asin Bali sebagai pengasong (penjual makanan kecil yang menjajakan
jualannya kepada wisatawan) yang pada suatu saat dikejar-kejar Polisi dan Tibum
(polisi ketertiban umum). Dan pada saat itulah muncul tekad untuk menjadi
pengusaha kacang asin yang bisa membantu orang-orang senasib.
Dengan
menerapkan teori “THE POWER OF KEPHEPHET” dan ditempuh dengan proses panjang, keuletan,
kegigihan, dan disertai dengan doa yang tiada henti maka pada tanggal 27
September 2002 dibukalah “PUSAT OLEH-OLEH CAH AYU” di Desa Celuk dan menjadi
satu-satunya tempat wisata belanja yang PERTAMA DAN TERPERCAYA. Inspirasi nama
“Cah Ayu” yang ia lekatkan pada nama outlet dan setiap produknya, ia peroleh
dari lagunya Waljinah yang berbunyi, yen
neng tawang ono lintang cah ayu. Selain itu menurutnya setiap produk yang
berhubungan dengan wanita akan membawa image positif bagi pendengarnya, seperti
kata “Cah Ayu” ini.
Pada
perkembangannya PUSAT OLEH-OLEH CAH AYU yang dikunjungi banyak wisman dan wisnu
sehingga mempunyai dampak positif bagi masyarakat sekitar, karena bisa
menyediakan lapangan kerja baru dan menggerakkan roda ekonomi kerakyatan yang
bisa menampung produk kerajinan masyarakat dan pada akhirnya bisa menambah
pemasukan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Gianyar dan Provinsi Bali pada
umumnya.
Cah
Ayu R27 yang sekarang sudah berkembang dan akan terus mengembangkan inovasi
baru untuk meningkatkan pelayanan kepada Wisatawan. Pada saat ini Bapak Robani
sudah ratusan kali menjadi Motivator Kewirausahaan sampai diundang di beberapa
Universitas/Perguruan Tinggi/Institusi pendidikan ternama di Solo, Jogja,
Semarang, Malang, Jakarta, Banjarmasin, dan kota-kota besar lain di luar Jawa,
sebagai Dosen Tamu, untuk mata kuliah Kewirausahaan.
-
Peran
Ilmu – ilmu Keushuluddinan dalam Dunia Bisnis
Sebagai Mahasiswa Fakultas Ushuluddin yang mendapat ilmu keushuluddinan, tentunya
dalam berbisnis sangat diperlukan. Dari ajaran tasawuf sendiri diajarkan untuk
zuhud, tidak merasa memiliki dan dimiliki dunia. Ini aplikasinya adalah ketika
terdapat pasang surut dalam melakukan usaha, tidak menjadikan kita sebagai
seorang muslim jauh dari Tuhan (putus asa) atau lupa karena terlena dengan
kesenangan duniawi. Amalan – amalan
seperti sholat tahajjud, sholat dhuha serta berdo’a yang kuat, meminta kepada
Allah supaya selalu diberi kelancaran dalam usahanya.
Menjaga produk – produk yang dijual dari hal – hal yang
bersifat haram.
Baginya
segala inspirasi diperoleh dengan cara hijrah, iqra’, dan sedekah. Mengikuti
teladan dari Rasulullah Muhammad SAW, menjadikannya mengembangkan sifat-sifat
sebagaimana yang Rasulullah miliki. Baginya sifat Rasulullah yakni sifat
siddiq, amanah, tabliqh, dan fatonah merupakan sifat yang wajib dimiliki bagi
seorang pedagang. Saat hijrahlah ia mampu membaca. Tidak hanya dari buku, namun
yang lebih utama ialah membaca fenomena yang ada guna mendapatkan peluang
usaha. Namun baginya, keduanya hendaklah dilengkapi dengan sedekah berbagi
kebahagiaan dengan sesama. Ini merupakan kunci sukses, yang dapat diperoleh
tidak hanya dengan ketekunan dan usaha yang gigih serta meninggalkan sifat
ragu-ragu saja. Akan tetapi baginya dapat diperoleh melalui do’a, yakni do’a
kedua orang tua, do’a guru, dan do’a sang istri.
Setelah
kami memperoleh informasi dari narasumber yang sekaligus owner Cah Ayu Shop itu
sendiri, maka bisa dikatakan bahwa beliau merupakan sosok teladan yang perlu
ditiru. Beliau tidak hanya berkecimpung dalam masalah duniawi saja, namun juga
ukhrowinya tidak ketinggalan. Keseimbangan dalam muamalah, baik yang
berhubungan dengan manusia ataupun Rabbnya menjadi hal yang dominan dalam
berbisnis. Maka tak heran jika usaha beliau dalam menjalani bisnis kacang asin
sampai saat ini mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Tentu kesuksesan
beliau ini tidak diraih begitu saja tanpa ada kendala, namun juga beliau
mengalami kegagalan di fase – fase awal, apalagi pasca bom Bali di tahun 2002.
Ini menjadi contoh bagi kita untuk tidak mudah menyerah dan juga tidak mudah
cukup, namun semua itu juga harus dibarengi dengan rasa syukur kepada Yang
Kuasa.
Dari
beberapa catatan diatas sangat berhubungan dengan beberapa ayat di bawah,
antara lain:
قُلْ
إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ
وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحًا
وَلاَ يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
Artinya:
“Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan
kepadaku: “Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”.
Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan
amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada
Tuhannya.” (QS. Al-Kahfi:110)
Dalam
ayat ini Allah akan menigkatkan derajat orang yang mencari ilmu dan juga Dia
akan memberikan ganjaran bagi orang yang mau bekerja, yaitu berjumpa
dengan-Nya.
Allah
berfirman:
فَإِذَا
قُضِيَتْ الصَّلاَةُ فَانتَشِرُوا فِي الأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ
وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya:
“Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan
carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”
(QS. al-Jumu’ah: 10)
Tidak
hanya urusan dunia saja, namun juga akherat agar mendapatkan Ridha dan
Keberkahan dari-Nya.
-
Proses
Pembuatan Kacang Asin
Dalam
membuat kacang asin ini ada beberapa tahap, antara lain :
·
Tahap pertama :
proses sortir bahan.
Ini
merupakan proses penyortiran bahan yang merupakan langkah awal dan juga sebagai
salah satu penentu kwalitas dan rasa dari kacang tersebut. Penyortiran ini
sangat mempengaruhi hasil akhir dari proses penyaringan kacang tersebut.
·
Tahap kedua : proses
perendaman.
Kacang
yang sudah dipilih ataupun disortir akan direndam terlebih dahulu dengan tujuan
untuk membersuhkan debu atau kotoran yang menempel pada kacang saat pengupasan
dan juga untuk membersihkan sisa getah yang masih menempel pada kacang tersebut.
·
Tahap ketiga :
proses pencampuran bumbu.
Setelah
direndam, maka kacang tersebut ditiriskan kemudian dicampur dengan bawang putih
yang sudah dihaluskan dan dicampur dengan sedikit garam dengan komposisi
sebagai berikut :
100kg
kacang : 3kg bawang putih : 3kg garam, setelah itu dibiarkan selama 12 jam dan
diaduk sampai tercampur rata.
·
Tahap kempat :
penjemuran / pengeringan.
Kacang
yang telah tercampur dengan bumbu dan telah didiamkan hingga bumbu merasuk,
kemudian dijemur di bawah matahari selama 5 - 6 jam atau sampai setengah
kering.
·
Tahap kelima :
penggorengan
Proses
ini bisa dibilang unik karena dalam menggoreng kacang ini tidak menggunakan
minyak goring seperti pada umumnya, akan tetapi menggunakan pasir laut yang
berasal dari pantai klungkung yang telah melalui proses sterilisasi terlebih
dahulu sehingga hygenis serta layak
untuk menggoreng. Dalam penggorengan ini tidak perlu menyalakan api terlalu
besar untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Pada proses ini diperlukan tenaga
ahli yag sudah berpengalaman dalam mengolah kacang asin ini.
·
Tahap keenam :
penyeleksian
Kacang
yang sudah matang tidak begitu saja dikemas, tapi akan diseleksi terlebih
dahulu antara kacang yang layak dipasarkan dengan yang tidak layak, sehingga
kwalitas kacang dapat dipertanggungjawabkan. Adapun kacang yag dibawah
standarisasi kacang asin bali akan dimanfaatkan untuk bumbu masak atau pecel ataupun
pakan ternak.
·
Tahap akhir :
pengemasan
Pada
proses finishing pembuatan kacang ini akan dikemas dengan teliti sesuai ukuran
berat seperti yang tertera dalam kemasan, kemudian dipasarkan di outlet Cah Ayu
R27.
RELEVANSI
KEUSHULUDDINAN
Berbagai
cabang keilmuan yang terdapat di Ushuluddin sangat berperan dalam berbagai
urusan dunia. Beberapa di antaranya tentang entrepreneurship yang juga ada
kaitannya dengan bisnis usaha yang ada di Cah Ayu Shop. Berusaha dan bekerja
merupakan anjuran agama dan larangan putus asa bagi orang yang gagal dalam
menjalankan usahanya. Namun, dalam berusaha juga harus dibarengi dengan do’a.
Dalam artian seseorang tidak boleh mengurusi dunianya saja tanpa mempedulikan
akhirat. Oleh karena itu, kunci sukses dalam menjalankan usaha tidak lepas dari
kerja keras dan berdo’a dengan menjalankan semua yang diperintahkan Tuhan dan
menjauhi larangan-Nya. Keseimbangan antara hablun
minalah dan hablun minan annas.
Disamping
entrepreneurship juga ada kerukunan antar umat beragama. Tentu kita tahu bahwa
semua agama mengajarkan kebenaran. Sikap toleran, saling membantu antar sesama
demi kebaikan bersama sangat dianjurkan. Semua itu dikarenakan manusia
merupakan makhluk social yang tentunya tidak bisa hidup tanpa bantuan orang
lain. Saling mengenalkan diri tanpa ada rasa saling membenci antar sesama dan
juga saling menghormati.
Islam
tidak pernah mengajarkan kekerasan karena merupakan agama yang rahmatan lil ‘alamien. Banyak orang
melakukan kekerasan disebabkan kekeliruan mereka dalam menafsiri ayat – ayat
Al-Qur’an. Tidak sedikit dari mereka yang menafsirinya dengan tekstual tanpa
memahami makna yang tersirat. Ini merupakan kesalahan besar bagi mereka yang
hanya memahami kata demi kata tanpa mengetahui isi yang sebenarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar