Sabtu, 23 Maret 2013

CAH AYU SHOP [OLEH – OLEH KHAS BALI]


Laporan buat KKL Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Tahun 2013
CAH AYU SHOP [OLEH – OLEH KHAS BALI]
A.                Sejarah Berdirinya Cah Ayu Shop
Pulau Bali yang sudah terkenal diseluruh penjuru dunia dengan budaya dan alamnya yang indah lestari yang masih penuh dengan rangkaian upacara yang sangat disakralkan, sehingga menjadi salah satu tujuan wisata dunia yang mendapat kunjungan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Untuk memenuhi kebutuhan cinderamata dan oleh-oleh yang mempunyai ciri-ciri khas Bali diperlukan pusat oleh-oleh yang memenuhi syarat bukan hanya kelengkapan jenis barangnya saja tapi juga mudah pencapainya dan punya fasilitas parkir yang cukup luas dan nyaman untuk berbelanja.
Berbicara mengenai oleh-oleh di pulau Bali akan sangat tepat apabila kita dapat mengunjungi Pusat Oleh-Oleh Cah Ayu R27 yang berada di jalur pariwisata desa Batu-Bulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, selain mudah mencapainya juga mempunyai banyak pilihan barang dan akan dilayani dengan staf yang ramah. Selain itu Pusat Oleh-Oleh Cah Ayu R27 adalah YANG PERTAMA DAN TERPERCAYA karena sudah mendapat Certificate Halal dari MUI.  (Majelis Ulama Indonesia).
Cah Ayu R27 dirintis oleh Bapak Robani yang berasal dari keluarga yang sederhana yang lahir dari desa kecil yang sejuk dan subur tanahnya di lereng gunung Merbabu kabupaten Magelang. Dengan bekal tekad dan semangat serta doa restu dari kedua orang tuanya. Diawal tahun 1990an, beliau meninggalkan kampung halaman guna mencoba meraih impian di Pulau Bali. Adapun tujuan awal beliau adalah ke Banyuwangi menemui saudaranya, namun karena luasnya kota Banyuwangi, beliau tidak menemukan saudara yang dicarinya. Walhasil beliau memutuskan untuk menyeberangi lautan menuju pulau Bali.
Di Bali, pada awalnya Robani muda, mendapat pekerjaan sebagai seorang pembantu Rumah Tangga dan pada malam harinya beraktivitas di Rumah Sakit di Denpasar sebagai petugas Penjaga kamar mayat, bahkan memandikan mayatpun dijalaninya. Dengan berjalannya waktu, Robani muda yang penuh semangat dan impian besarnya mencoba berbagai pekerjaan dan usaha kecil lainnya mulai dari berjualan Sayur mayur, Mie ayam, Bakso, Jamu, Lampu dan sebagainya dengan menggunakan gerobak dorong dan sepeda onthel kesayangannya.
Pengalaman pahit yang memacu pemberontakan semangat untuk berubah adalah pada saat menjual kacang asin Bali sebagai pengasong (penjual makanan kecil yang menjajakan jualannya kepada wisatawan) yang pada suatu saat dikejar-kejar Polisi dan Tibum (polisi ketertiban umum). Dan pada saat itulah muncul tekad untuk menjadi pengusaha kacang asin yang bisa membantu orang-orang senasib.
Dengan menerapkan teori “THE POWER OF KEPHEPHET” dan ditempuh dengan proses panjang, keuletan, kegigihan, dan disertai dengan doa yang tiada henti maka pada tanggal 27 September 2002 dibukalah “PUSAT OLEH-OLEH CAH AYU” di Desa Celuk dan menjadi satu-satunya tempat wisata belanja yang PERTAMA DAN TERPERCAYA. Inspirasi nama “Cah Ayu” yang ia lekatkan pada nama outlet dan setiap produknya, ia peroleh dari lagunya Waljinah yang berbunyi, yen neng tawang ono lintang cah ayu. Selain itu menurutnya setiap produk yang berhubungan dengan wanita akan membawa image positif bagi pendengarnya, seperti kata “Cah Ayu” ini.
Pada perkembangannya PUSAT OLEH-OLEH CAH AYU yang dikunjungi banyak wisman dan wisnu sehingga mempunyai dampak positif bagi masyarakat sekitar, karena bisa menyediakan lapangan kerja baru dan menggerakkan roda ekonomi kerakyatan yang bisa menampung produk kerajinan masyarakat dan pada akhirnya bisa menambah pemasukan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Gianyar dan Provinsi Bali pada umumnya.
Cah Ayu R27 yang sekarang sudah berkembang dan akan terus mengembangkan inovasi baru untuk meningkatkan pelayanan kepada Wisatawan. Pada saat ini Bapak Robani sudah ratusan kali menjadi Motivator Kewirausahaan sampai diundang di beberapa Universitas/Perguruan Tinggi/Institusi pendidikan ternama di Solo, Jogja, Semarang, Malang, Jakarta, Banjarmasin, dan kota-kota besar lain di luar Jawa, sebagai Dosen Tamu, untuk mata kuliah Kewirausahaan.



-                      Peran Ilmu – ilmu Keushuluddinan dalam Dunia Bisnis
Sebagai Mahasiswa Fakultas Ushuluddin yang mendapat ilmu keushuluddinan, tentunya dalam berbisnis sangat diperlukan. Dari ajaran tasawuf sendiri diajarkan untuk zuhud, tidak merasa memiliki dan dimiliki dunia. Ini aplikasinya adalah ketika terdapat pasang surut dalam melakukan usaha, tidak menjadikan kita sebagai seorang muslim jauh dari Tuhan (putus asa) atau lupa karena terlena dengan kesenangan duniawi.  Amalan – amalan seperti sholat tahajjud, sholat dhuha serta berdo’a yang kuat, meminta kepada Allah supaya selalu diberi kelancaran dalam usahanya. Menjaga produk – produk yang dijual dari hal – hal yang bersifat haram.
Baginya segala inspirasi diperoleh dengan cara hijrah, iqra’, dan sedekah. Mengikuti teladan dari Rasulullah Muhammad SAW, menjadikannya mengembangkan sifat-sifat sebagaimana yang Rasulullah miliki. Baginya sifat Rasulullah yakni sifat siddiq, amanah, tabliqh, dan fatonah merupakan sifat yang wajib dimiliki bagi seorang pedagang. Saat hijrahlah ia mampu membaca. Tidak hanya dari buku, namun yang lebih utama ialah membaca fenomena yang ada guna mendapatkan peluang usaha. Namun baginya, keduanya hendaklah dilengkapi dengan sedekah berbagi kebahagiaan dengan sesama. Ini merupakan kunci sukses, yang dapat diperoleh tidak hanya dengan ketekunan dan usaha yang gigih serta meninggalkan sifat ragu-ragu saja. Akan tetapi baginya dapat diperoleh melalui do’a, yakni do’a kedua orang tua, do’a guru, dan do’a sang istri.
Setelah kami memperoleh informasi dari narasumber yang sekaligus owner Cah Ayu Shop itu sendiri, maka bisa dikatakan bahwa beliau merupakan sosok teladan yang perlu ditiru. Beliau tidak hanya berkecimpung dalam masalah duniawi saja, namun juga ukhrowinya tidak ketinggalan. Keseimbangan dalam muamalah, baik yang berhubungan dengan manusia ataupun Rabbnya menjadi hal yang dominan dalam berbisnis. Maka tak heran jika usaha beliau dalam menjalani bisnis kacang asin sampai saat ini mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Tentu kesuksesan beliau ini tidak diraih begitu saja tanpa ada kendala, namun juga beliau mengalami kegagalan di fase – fase awal, apalagi pasca bom Bali di tahun 2002. Ini menjadi contoh bagi kita untuk tidak mudah menyerah dan juga tidak mudah cukup, namun semua itu juga harus dibarengi dengan rasa syukur kepada Yang Kuasa.

Dari beberapa catatan diatas sangat berhubungan dengan beberapa ayat di bawah, antara lain:
قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحًا وَلاَ يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
Artinya: “Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.” (QS. Al-Kahfi:110)
Dalam ayat ini Allah akan menigkatkan derajat orang yang mencari ilmu dan juga Dia akan memberikan ganjaran bagi orang yang mau bekerja, yaitu berjumpa dengan-Nya.
Allah berfirman:
فَإِذَا قُضِيَتْ الصَّلاَةُ فَانتَشِرُوا فِي الأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: “Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. al-Jumu’ah: 10)
Tidak hanya urusan dunia saja, namun juga akherat agar mendapatkan Ridha dan Keberkahan dari-Nya.
-                      Proses Pembuatan Kacang Asin
            Dalam membuat kacang asin ini ada beberapa tahap, antara lain :
·         Tahap pertama : proses sortir bahan.
Ini merupakan proses penyortiran bahan yang merupakan langkah awal dan juga sebagai salah satu penentu kwalitas dan rasa dari kacang tersebut. Penyortiran ini sangat mempengaruhi hasil akhir dari proses penyaringan kacang tersebut.
·         Tahap kedua : proses perendaman.
Kacang yang sudah dipilih ataupun disortir akan direndam terlebih dahulu dengan tujuan untuk membersuhkan debu atau kotoran yang menempel pada kacang saat pengupasan dan juga untuk membersihkan sisa getah yang masih menempel pada kacang tersebut.
·         Tahap ketiga : proses pencampuran bumbu.
Setelah direndam, maka kacang tersebut ditiriskan kemudian dicampur dengan bawang putih yang sudah dihaluskan dan dicampur dengan sedikit garam dengan komposisi sebagai berikut :
100kg kacang : 3kg bawang putih : 3kg garam, setelah itu dibiarkan selama 12 jam dan diaduk sampai tercampur rata.
·         Tahap kempat : penjemuran / pengeringan.
Kacang yang telah tercampur dengan bumbu dan telah didiamkan hingga bumbu merasuk, kemudian dijemur di bawah matahari selama 5 - 6 jam atau sampai setengah kering.
·         Tahap kelima : penggorengan
Proses ini bisa dibilang unik karena dalam menggoreng kacang ini tidak menggunakan minyak goring seperti pada umumnya, akan tetapi menggunakan pasir laut yang berasal dari pantai klungkung yang telah melalui proses sterilisasi terlebih dahulu sehingga hygenis  serta layak untuk menggoreng. Dalam penggorengan ini tidak perlu menyalakan api terlalu besar untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Pada proses ini diperlukan tenaga ahli yag sudah berpengalaman dalam mengolah kacang asin ini.



·         Tahap keenam : penyeleksian
Kacang yang sudah matang tidak begitu saja dikemas, tapi akan diseleksi terlebih dahulu antara kacang yang layak dipasarkan dengan yang tidak layak, sehingga kwalitas kacang dapat dipertanggungjawabkan. Adapun kacang yag dibawah standarisasi kacang asin bali akan dimanfaatkan untuk bumbu masak atau pecel ataupun pakan ternak.
·         Tahap akhir : pengemasan
Pada proses finishing pembuatan kacang ini akan dikemas dengan teliti sesuai ukuran berat seperti yang tertera dalam kemasan, kemudian dipasarkan di outlet Cah Ayu R27.



RELEVANSI KEUSHULUDDINAN
Berbagai cabang keilmuan yang terdapat di Ushuluddin sangat berperan dalam berbagai urusan dunia. Beberapa di antaranya tentang entrepreneurship yang juga ada kaitannya dengan bisnis usaha yang ada di Cah Ayu Shop. Berusaha dan bekerja merupakan anjuran agama dan larangan putus asa bagi orang yang gagal dalam menjalankan usahanya. Namun, dalam berusaha juga harus dibarengi dengan do’a. Dalam artian seseorang tidak boleh mengurusi dunianya saja tanpa mempedulikan akhirat. Oleh karena itu, kunci sukses dalam menjalankan usaha tidak lepas dari kerja keras dan berdo’a dengan menjalankan semua yang diperintahkan Tuhan dan menjauhi larangan-Nya. Keseimbangan antara hablun minalah dan hablun minan annas.
Disamping entrepreneurship juga ada kerukunan antar umat beragama. Tentu kita tahu bahwa semua agama mengajarkan kebenaran. Sikap toleran, saling membantu antar sesama demi kebaikan bersama sangat dianjurkan. Semua itu dikarenakan manusia merupakan makhluk social yang tentunya tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Saling mengenalkan diri tanpa ada rasa saling membenci antar sesama dan juga saling menghormati.
Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan karena merupakan agama yang rahmatan lil ‘alamien. Banyak orang melakukan kekerasan disebabkan kekeliruan mereka dalam menafsiri ayat – ayat Al-Qur’an. Tidak sedikit dari mereka yang menafsirinya dengan tekstual tanpa memahami makna yang tersirat. Ini merupakan kesalahan besar bagi mereka yang hanya memahami kata demi kata tanpa mengetahui isi yang sebenarnya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar