Kebanyakan Perokok Dari Golongan Menengah Kebawah
Bicara tentang merokok, saya kira tidak asing. Banyak masyarakat ataupun mahasiswa yang merokok dengan tujuan hanya untuk bergaya (bukan suatu kebutuhan tertentu). Mereka sama sekali tidak menghiraukan efek negatifnya. Merokok di tempat umum seperti di halaman kampus dan sekitarnya ini sangat merugikan. Disamping membahayakan diri sendiri juga menggangu aktivitas orang lain. Justru bahaya bagi perokok pasif lebih besar ketimbang perokok aktif.
Dengan uang saku yang seharusnya buat jajan ataupun kebutuhan belajar lainnya, mereka belikan rokok yang justru membahayakan bagi kesehatan. Sungguh ironis sekali bangsa ini. Apalagi mereka masih menggantungkan hidupnya dari orang tua. Mending kalau orang tuanya tergolong orang yang berduit, bagaimana kalau uang sakunya pas-pasan? Hal ini perlu dipikirkan secara matang terutama bagi para perokok. Disamping mengurangi jatah makan juga banyak kerugian hal kesehatan. Hal ini bisa dikatakan bahwa perokok itu mengganggu hak asasi orang lain.
Lebih parahnya lagi, mereka tidak menyadari akan bahaya tersebut walaupun didalam kemasan telah tertuliskan dampak negative dari rokok. Seakan-akan peringatan pemerintah tersebut hanyalah angin lewat.
Kalu kita tinjau, justru para perokok itu kebanyakan dari kalangan menengah kebawah. Sungguh ironis sekali orang yang menghambur-hamburkan uangnya hanya untuk sesuatu hal yang tanpa disadari bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar