Jumat, 22 Oktober 2010

moment kemerdekaan

Tak asing lagi di mata masyarakat bahwa 17 Agustus merupakan hari besar kemerdekaan bangsa Indonesia. Pada tanggal tersebut, 65 tahun silam merupakan moment paling bersejarah bagi negeri berkembang ini karena merupakan awal dari kebangkitan rakyat Indonesia melawan ganasnya penjajahan Jepang sekaligus menjadi permulaan munculnya revolusi. Semangat juang mereka untuk merebut kembali bangsa yang telah sekian ratus tahun dijajah ini sangat tinggi. Berkat kegigihan dan kobaran api semangat mereka bangsa ini merdeka. Pengorbanan mereka terhadap bangsa ini harus kita tiru.

Terlepas dari semua itu, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-65 masyarakat beramai-ramai memperingatinya. Semangat kemerdekaan tidak akan pudar, oleh karena itu kemeriahan dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI tidak berkurang walaupun di bulan ramadhan. Upacara kemerdekaan tetap berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat berlomba-lomba menghias halaman kampung dan sekitarnya secantik mungkin.

Akan tetapi, kalau kita melihat kondisi bangsa Indonesia seperti sekarang ini sangat memprihatinkan. Indonesia bisa dikatakan belum merdeka secara mutlak, hanya fisiknya yang bebas dari penjajahan. Negeri kita masih dijajah oleh bangsa barat secara politik dan budaya. Hampir semua masyarakat yang ada di Indonesia, terutama kaum muda, mereka tidak sedikit yang pola dan gaya hidupnya mengikuti budaya barat. Anehnya, mereka tidak menyadari akan hal ini. Fakta lain bisa kita saksikan berita di layar televisi yang setiap harinya tidak pernah kosong dari sajian tentang korupsi yang terjadi di belahan tanah air. Bukan hanya tentang penggelapan ataupun perampasan hak rakyat (korupsi), namun juga masih banyak berita lain yang mencemarkan nama baik bangsa seperti, terosis dan tindak kriminal lainnya. Sungguh ironis sekali jika negeri kita akan terus-menerus seperti ini

Sungguh sangat disayangkan jika masyarakat Indonesia terutama orang-orang yang mempunyai kedudukan penting di negeri ini tidak bisa memainkan roda kehidupan yang terjadi selama ini. Mengapa mereka tidak merujuk pada masa silam, betapa susah dan pedihnya merebut tanah air dari genggaman para penjajah.

Kalau kita melihat realita di pemerintahan yang terjadi selama ini, Indonesia masih sangat memprihatinkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar